Oleh:
Datu Purwonugroho
(Guru Sejarah SMAS Muhammadiyah 1 Sekampung Udik)
Minggu
siang 2 Juni 2024 Bapak Datu Purwonugroho sebagai guru mata Pelajaran Sejarah
di SMAS Muhammadiyah 1 Sekampung Udik, melakukan kunjungan ke Rumah Budaya
Kencana Lepus yang ada di Sukadana, ibukota Kabupaten Lampung Timur. Dalam
kunjungan tersebut disambut langsung oleh pewaris dan pemilik Rumah Budaya
Kencana lepus yaitu Hj. Uzunuhir Spd, bergelar Suttan Lepus. Beliau sangat ramah
serta antusias menjelaskan secara detail seluk beluk dari benda-benda
peninggalan sejarah yang ada di Rumah Budaya Kencana Lepus tersebut serta
menjelaskan sejarah suku Lampung dan kebudayaannya khususnya Lampung Timur.
Rumah
adat tradisional ini didirikan pertama kali ketika zaman Minak Rio Kudu Islam dan
rumah adat pertama kali di Desa Sukadana pada tahun 1650 M, dan tahun 1820 M
keturunan Minak Rio Kudu Islam yang Bernama Ubay ( H. Abdullah Akbar Dalem Bala
Seribu ) membuat rumah baru yang disebut (bertipe) “Gajah Meghem”. Pada tahun
1940 M rumah tersebut di rehabilitasi karena sudah sangat tua dan using. Bahan pembangunan
rumah informasi ini terbuat dari kayu dan tidak berpaku dan beratapan genteng berasal
dari Palembang. Alhamdulilah saat ini masih terjaga, berkat usaha dan kecintaan
kepada benda-benda kuno tersebut Hj. Uzunuhir selalu meluangkan waktu untuk
merawatnya walaupun usia sudah tidak muda lagi yaitu 86 tahun semangatnya perlu
di contoh untuk generasi muda gen z saat ini.
Rumah Informasi Budaya Lampung Kencana Lepus tersebut merupakan pendukung utama keberadaan Museum Lampung sebagai tempat pelestarian benda-benda sejarah khususnya di Provinsi Lampung. Dari itulah pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan sebagai rumah cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. Koleksi-koleksi yang ada di dalam rumah budaya tersebut adalah sebagian peninggalan dari zaman Minak Rio Kudu Islam sampai sekarang dan ditempati oleh keturunanya yang ke 13 yaitu Sultan Kencana.
Sejak Suttan Kencana masih hidup (kini telah wafat) penambahan rumah informasi ini ke arah kelengkapanya terus diupayakan untuk menambah koleksi- koleksi yang ada seperti:
Dalam
momen pringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 ini, kunjungan dan penggalian kesejarahan
sangat penting sekali dalam menambah wawasan kita untuk mengetahui kebudayaan
dan sejarah bangsa khusus sejarah daerah lokal.
Semoga dalam kunjungan ini bisa
menambah kesadaran kita dan anak anak
didik kita, kebanggaan akan sejarah bangsa, jangan sekali kali meninggalkan sejarah
(Jasmerah) itulah kata kata yang sering diucapkan oleh sang Proklamator bapak
bangsa Ir. Soekarno. Sekali lagi penulis mengucapkan selamat hari lahir
Pancasila yang di gali dari falsafah hidup nenek moyang kita ratusan tahun yang
lalu dan terbukti sampai hari ini, menjadikan
kita kuat, bersatu, adil dan makmur Seperti yang tertera pada kaki burung
garuda yang mencengkram erat pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
.jpeg)
.jpeg)

Tetaplah menulis walau sulit, terkadang inspirasi datang dikala sulit
BalasHapus