Beranda

Halaman

Sabtu, 06 Juli 2024

Menyelami Budaya Lampung Lewat Rumah Informasi Budaya Kencana Lepus Sukadana

 

Rumah Informasi Budaya Lampung Kencana Lepus (Dok. Datu Purwonugroho)

Oleh:

Datu Purwonugroho

(Guru Sejarah SMAS Muhammadiyah 1 Sekampung Udik)


Minggu siang 2 Juni 2024 Bapak Datu Purwonugroho sebagai guru mata Pelajaran Sejarah di SMAS Muhammadiyah 1 Sekampung Udik, melakukan kunjungan ke Rumah Budaya Kencana Lepus yang ada di Sukadana, ibukota Kabupaten Lampung Timur. Dalam kunjungan tersebut disambut langsung oleh pewaris dan pemilik Rumah Budaya Kencana lepus yaitu Hj. Uzunuhir Spd, bergelar Suttan Lepus. Beliau sangat ramah serta antusias menjelaskan secara detail seluk beluk dari benda-benda peninggalan sejarah yang ada di Rumah Budaya Kencana Lepus tersebut serta menjelaskan sejarah suku Lampung dan kebudayaannya khususnya Lampung Timur.

Rumah adat tradisional ini didirikan pertama kali ketika zaman Minak Rio Kudu Islam dan rumah adat pertama kali di Desa Sukadana pada tahun 1650 M, dan tahun 1820 M keturunan Minak Rio Kudu Islam yang Bernama Ubay ( H. Abdullah Akbar Dalem Bala Seribu ) membuat rumah baru yang disebut (bertipe) “Gajah Meghem”. Pada tahun 1940 M rumah tersebut di rehabilitasi karena sudah sangat tua dan using. Bahan pembangunan rumah informasi ini terbuat dari kayu dan tidak berpaku dan beratapan genteng berasal dari Palembang. Alhamdulilah saat ini masih terjaga, berkat usaha dan kecintaan kepada benda-benda kuno tersebut Hj. Uzunuhir selalu meluangkan waktu untuk merawatnya walaupun usia sudah tidak muda lagi yaitu 86 tahun semangatnya perlu di contoh untuk generasi muda gen z saat ini.


Rumah Informasi Budaya Lampung Kencana Lepus tersebut merupakan pendukung utama keberadaan Museum Lampung sebagai tempat pelestarian benda-benda sejarah khususnya di Provinsi Lampung. Dari itulah pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan sebagai rumah cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. Koleksi-koleksi yang ada di dalam rumah budaya tersebut adalah sebagian peninggalan dari zaman Minak Rio Kudu Islam sampai sekarang dan ditempati oleh keturunanya yang ke 13 yaitu Sultan Kencana. 

Sejak Suttan Kencana masih hidup (kini telah wafat) penambahan rumah informasi ini ke arah kelengkapanya terus diupayakan untuk menambah koleksi- koleksi yang ada seperti:


Dalam momen pringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 ini, kunjungan dan penggalian kesejarahan sangat penting sekali dalam menambah wawasan kita untuk mengetahui kebudayaan dan sejarah bangsa khusus sejarah daerah lokal.  

            Semoga dalam kunjungan ini bisa menambah kesadaran kita  dan anak anak didik kita, kebanggaan akan sejarah bangsa, jangan sekali kali meninggalkan sejarah (Jasmerah) itulah kata kata yang sering diucapkan oleh sang Proklamator bapak bangsa Ir. Soekarno. Sekali lagi penulis mengucapkan selamat hari lahir Pancasila yang di gali dari falsafah hidup nenek moyang kita ratusan tahun yang lalu dan terbukti sampai hari ini,  menjadikan kita kuat, bersatu, adil dan makmur Seperti yang tertera pada kaki burung garuda yang mencengkram erat pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.


1 komentar:

  1. Tetaplah menulis walau sulit, terkadang inspirasi datang dikala sulit

    BalasHapus